Di salah satu pintu toilet kampus.
dari KangSaGa
I
Indonesia tanah airku,
Tanah tumpah darahku.
Di sanalah aku berdiri,
Jadi pandu ibuku.
Indonesia kebangsaanku,
Bangsa dan tanah airku,
Marilah kita berseru,
Indonesia bersatu!
Hiduplah tanahku, Hiduplah neg’riku,
Bangsaku, Rakyatku, semuanya,
Bangunlah jiwanya, Bangunlah badannya,
Untuk Indonesia Raya.
II
Indonesia, tanah yang mulia,
Tanah kita yang kaya.
Di sanalah aku berdiri,
Untuk s’lama-lamanya.
Indonesia, tanah pusaka,
P’saka kita semuanya,
Marilah kita mendoa,
Indonesia bahagia.
Suburlah tanahnya, Suburlah jiwanya,
Bangsanya, Rakyatnya, semuanya!
Sadarlah hatinya, Sadarlah budinya,
Untuk Indonesia Raya.
III
Indonesia, tanah yang suci,
Tanah kita yang sakti,
Di sanalah aku berdiri,
N’jaga ibu sejati.
Indonesia, tanah berseri,
Tanah yang aku sayangi,
Marilah kita berjanji,
Indonesia abadi.
S’lamatlah rakyatnya, S’lamatlah putranya,
Pulaunya, lautnya, semuanya,
Majulah Neg’rinya, Majulah pandunya,
Untuk Indonesia Raya.
Refrain
Indonesia Raya!
Merdeka! Merdeka!
Tanahku, neg’riku yang kucinta!
Indonesia Raya!
Merdeka! Merdeka!
Hiduplah Indonesia Raya!
Negeri ini membutuhkan masyarakat yang mampu membangun, bukan hanya masyarakat dengan mental mengeluh dan mengkritik.
Negeri ini bukan hanya butuh pemikiran kritis, tapi juga tindakan kritis untuk membangun negeri ini.
Negeri ini membutuhkan rakyatnya untuk membangun. Negeri ini membutuhkan rakyatnya untuk mendukung. Negeri ini membutuhkan rakyatnya untuk mengisi.
Sudahkah kita pantas menjadi warga negara Indonesia?
DIRGAHAYU NEGERIKU, INDONESIAKU..
dari ginadzani
Musuh terbesar bangsa Indonesia sekarang adalah keterpurukan moralnya sendiri. Sudahkah kita sendiri menegakkan etika moral dalam keseharian? Kalau masih mencontek, kalau masih copas ga ngutip, kalau masih buang sampah sembarangan, kalau masih terlambat, kalau masih mengurangi timbangan dalam berdagang, merdekakan diri Anda dulu dari keterpurukan moral.
Ayo mulai MERDEKA dari diri sendiri!
dari lavidaebella
I smile. I laugh. I share interesting stories. Nothing changed. I still lose that one important thing. The sedative of my days. The old hole has been opened and dug deeper. The fear continues to grow, day by day. I urgently need that one. The sedative of my days.
Look at me. Look into my eyes. I know you are brave enough. You are the most courageous I have ever known. You are stupendous. Look at me. See my lustrous eyes. Now you can see how great the embers in them. Waiting for you destroyed in your pride.
Bagian Kesebelas : Pemberian Penilaian dan Penentuan Kelulusan Mahasiswa
Pasal 29, ayat 2 :
Penilaian dan penentuan kelulusan mahasiswa sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dilakukan dosen secara objektif, transparan, dan akuntabel
Jadi apa landasan hukum para dosen killer dan dosen gaib di universitas manapun yang ngerasa bahwa penilaian adalah murni hak prerogatif dosen?
dari m700
Aku peduli. Kamu?
- dari dioisriding
Bangun pagi-pagi.
Buru-buru ke kampus.
Ketemu temen-temen.
Lihat mahasiswa/i yang kamu gak suka.
Ngelihat mahasiswa/i yang kamu suka.
Dipanggil dan disuruh ngejawab pertanyaan dosen.
Dikasih tugas.
Ngeliat dua mahasiswa/i bertengkar kayak gini:
Dan kamu nonton kayak gini:
Istirahat makan siang di sela jam kuliah.
Masih ada kuliah sore/malem lagi.
Pas jam kuliah abis.
Pulang dan nge-Tumblr
(buka FYM juga donks).
Tidur.
Adapted & translated from rainbowballz. - dari denayaira















